Bupati Tonny Tesar : Semua Perubahan Nama Pada Ijasah Saya Sudah Melalui Putusan Pengadilan

Bupati Tonny Tesar : Semua Perubahan Nama Pada Ijasah Saya Sudah Melalui Putusan Pengadilan
Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, dalam suatu kesempatan saat meresmikan SD Negeri Borai ditandai dengan membuka selubung papan nama sekolah dan menyematkan topi seragam sekolah bagi salah satu siswa.

LODARKOU.COM, JAYAPURA – Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, mengatakan, dari pemberitaan di media massa, para pendemo jelas persoalkan bahwa pemimpin di Papua tidak boleh menggunakan ijasah palsu, tapi untuk ijasah dirinya yang dopersoalkan pendemo bukan soal asli bersekolah atau tidak bersekolah, tapi soal penulisan nama dirinya di ijasahnya.
Diakuinya, tulisan namanya diijasahnya berubah-ubah tidak sama yakni pada ijasah SMP bertuliskan “The Tonny” (Fam duluan), pada ijasah SMA tertulis “Tonny The” (nama duluan) dan di Uncen Tonny Tesar.

Namun, harus dicatat bahwa perubahan The jadi Tesar melalui sidang Pengadilan Negeri Serui, dan diakui oleh pengadilan bahwa ijasah-ijasah yang dimiliknya itu semua benar ijasahnya.

“Saya sekolah semua di Serui bukan pakai orang lain punya ijasah atau ijasah saya palsu, tapi ijasah saya itu semua benar dan dibuktikan oleh putusan pengadilan,” ungkapnya dalam klarifikasinya ke Lodarkou.com melalui via Whatshappnya, Kamis, (1/2) malam.

Ditegaskannya, jika memang para pendemo mau benar-benar berbicara soal ijasah palsu, atau dari pihak DPR Papua mau buat tim investigasi atau dari Asisten III Gubernur Provinsi Papua mau lanjutkan ke Polda Papua, nah disini dipertanyaan bahwa kenapa mereka tidak lakukan hal yang sama kepada Bupati yang lain di Papua yang jelas-jelas sudah ada putusan hukum dari Mahkamah Agung (MA)?

Diceritakannya bahwa namanya sejak lahir adalah Tonny The, kemudian di SMP ijasahnya di tulis Famnya duluan jadi “The Tonny”, itu disebabkan karena kepala sekolah SMP ketika itu merupakan guru Bahasa Inggris dan sehingga guru SMP nya itu terpengaruh sistim yang digunakan orang Inggris dalam hal cara penulisan nama orang, dimana pada zaman itu nama keluarga (Fam/marga) didahulukan dalam penulisan nama barulah nama.

Kemudian saat di SMA namanya kembali ditulis seperti biasanya yakni “Tonny The”. Lalu setelah itu pada era Presiden Soeharto, Presiden Soeharto memerintahkan untuk semua nama WNI keturunan China untuk menggunakan nama Indonesia agar tidak boleh ada diskriminasi. Sehingga disini dirinya dan keluarganya termasuk dalam kaetegori peranakan Cina di Serui juga merubah nama melalui sidang di Pengadilan Negeri Serui, sehingga nama dirinya dari Tonny The dirubah menjadi Tonny Tesar.

“Untuk diketahui, bahwa semua ijasah dan surat bukti sidang di Pengadilan Negeri Serui tentang perubahan nama semua sudah diklarifikasi oleh KPU Kepulauan Yapen dan KPU Provinsi Papua sesuai ketentuan pada waktu pendaftaran calon Pilkada Kepulauan Yapen,” tandasnya.(Lan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons