Edison Awoitouw Pimpin HNSI Provinsi Papua

Edison Awoitouw Pimpin HNSI Provinsi Papua
Ketua Umum DPD HNSI Provinsi Papua, Edison Awoitouw, saat menerima Bendera Petaka HNSI dari Ketua Umum DPP HNSI, Mayjen TNI Marinir (Purn) DR. Yussuf Solichen, M,MBA, M.Si, Ph.D untuk dikibarkan di seluruh Tanah Papua dalam mensejahterakan para nelayan di Papua.

LODARKOU.COM, JAYAPURA – Edison Awoitouw terpilih secara aklamasi pada pemilihan Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Periode 2017-2022 pada Musda HNSI Provinsi Papua.

Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua, Edison Awoitouw, menyampaikan terima kasih kepada DPC-DPC HNSI se-Provinsi Papua yang telah memilih dirinya secara aklamasi. Tentunya ini sebuah tanggungjawab yang besar, sebab selama ini nelayan di seluruh Indonesia merupakan nelayan yang terbelakang dalam kehidupannya.

“Selama 44 Tahun HNSI terbentuk, namun baru kali ini dibentuk di Papua dan saya dipilih secara aklamasi,” ungkapnya kepada wartawan usai melantik Ketua DPD HNSI Provinsi Papua beserta Badan Pengurus HNSI Provinsi Papua di Aula Dinas PU Provinsi Papua, Rabu, (27/12).

Dengan terbentuknya HNSI Provinsi Papua, maka langkah selanjutnya melakukan konsolidasi pembentukan HNSI dan pembentukan koperasi di kabupaten/kota se-Papua.

Selanjutnya akan didata semua nelayan yang ada di Papua, yang oleh penyampaian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, F.X. Mote bahwa terdapat 94 ribu nelayan Papua.

“Kami juga fokus untuk pemberdayaan nelayan lokal, yang bagaimana nelayan lokal taraf hidupnya bisa sejahtera,” jelasnya.

Khusus nelayan asli Papua, HNSI Papua akan memperjuangkan ke pemerintah pusat agar para nelayan lokal asli Papua ini mendapatkan kapal kapasitas tangkapan besar  jarak tangkapan di 15 Mill sampai 20 Mill, sebab selama ini nelayan asli Papua masih menggunakan kapal-kapal kecil yang berkapasitas 7 GT – 10 GT saja.

“Kami juga akan mendata nelayan dari luar Papua. Kami upayakan ada bantuan kapal besar bagi nelayan asli Papua agar mereka bisa bersaing dengan nelayan dari luar Papua yang menangkap ikan di 15 Mill sampai 20 Mill. Intinya kesejahteraan nelayan itu penting,” tukasnya.

Pihaknya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan bagi para nelayan, sehingga mempunyai keahlian dalam profesinya seperti mampu/professional dalam membawa kapal dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya juga memperjuangkan agar para nelayan ini mendapatkan asuransi.

Mengenai koperasi, salah satunya membeli hasil tangkapan ikan para nelayan dengan harga yang pantas, tidak seperti selama ini nelayan dari laut langsung datang hasil tangkapannya dibeli oleh para tengkulak dengan harga yang murah, yang akibatnya hal itu tidak menunjang ekonomi kerakyatan para nelayan, karena harga ikan murah.

“Dengan adanya koperasi ini, harga ikan tidak lagi dimainkan oleh para tengkulak. Ibarat telur mata sapi, dimana ayamnya bertelur tapi sapinya disebut telur. Artinya, para nelayan menderita di laut tapi yang menikmati hasilnya adalah para tengkulaknya,” pungkasnya.(Lan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons