Direksi JICT Putus 400 Tenaga Outsourcing, Serikat Pekerja Nilai Banyak Celah Hukum

Direksi JICT Putus 400 Tenaga Outsourcing, Serikat Pekerja Nilai Banyak Celah Hukum

Jakarta, Lodarkou – Pada bulan Desember 2017, Direksi Jakarta International Container Terminal (JICT) melakukan tender pemborongan pekerja outsourcing, salah satunya untuk penyediaan operator derek lapangan (RTGC).

Tender ini dipertanyakan mengingat adanya permintaan manajemen JICT kepada vendor baru untuk tidak lagi menggunakan ratusan operator ekisting yang telah bekerja di JICT bertahun tahun.

Serikat Pekerja Container (SPC) yang beranggotakan 480 orang karyawan outsourcing JICT telah mengabdi bertahun-tahun dan memberikan produktivitas terbaik bagi pelabuhan petikemas terbesar se-Indonesia tersebut.

“Sumbangsih pekerja outsourcing JICT mencapai ratusan milyar rupiah pertahun.Tapi sekarang malah di PHK masaI. Dimana rasa kemanusiaan Direksi?,” ungkap Ketua SPC Sabar Royani.

Seluruh federasi serikat pekerja pelabuhan Tanjung Priok foto bersama usai melakukan konferensi pers di Warung Kepo jalan Bugis, Kebon Bawang.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja JICT (SP-JICT) Hazris Malsyah melihat banyak celah hukum dalam kebijakan Direksi JICT.

Ditambahkan Hazris, bendasarkan Permenakertrans 19/2012 pasal 19 ayat (2) dinyatakan, ditegaskan vendor baru bersedia menerima pekerja dan perusahaan penyedia jasa pekerja sebelumnya dalam hal tenaga penggantian vendor.

“Seharusnya manajemen JICT dapat menjalankan kebijakan sesuai koridor undang -undang,” kata Hazris.

Disisi lain Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia ( SPPI ) II Nofal Halim melihat kebijakan Direksi JICT diduga sebagai upaya pemberangusan terhadap Serikat Pekerja di Pelabuhan.

“Saya khawatir mereka di-PHK secara massal karena berserikat. Bahkan bukan tidak mungkin kasus kasus pemberangusan serupa akan terulang di Pelabuhan Tj Priok,” tegas Nofal.

Senada dengan SPPI, PeIaksana Tugas Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) Nova Sofyan Hakim mendukung penuh agar ratusan pekerja outsourcing JICT tetap terus bekerja.

“Kami menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap kawan -kawan outsourcing di pelabuhan Indonesia. Bahwa outsourcing di pelabuhan harus dihapuskan,” tegas Nova.

Ketua Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia ( FBTPI ) melihat ada kesamaan pola yang terjadi antara outsourcing JICT dengan para awak supir Pertamina.

“Apa yang terjadi di JICT. sama dengan yang menimpa kawan kawan awak supir Pertamina. Jangan sampai embrio pemberangusan serikat pekerja tumbuh subur di Pelabuhan,” tandas IIham.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons