Akhir Triwulan II Tahun 2017, PNBP Capai Rp 4,92 M

Akhir Triwulan II Tahun 2017, PNBP Capai Rp 4,92 M
Suasana konferensi pers terkait dengan hasil kajian regional dan hasil kajian ekonomi keuangan regional Triwulan III-2017

 

 

LODARKOU.COM, JAYAPURA – Realisasi pendapatan negara yang bersumber dari penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sampai dengan akhir triwulan III-2017 mencapai Rp 4,92 Trilyun atau sebesar 61,55 persen dari total target Tahun 2017 sebesar Rp 7,99 Trilyun.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Sjarif Donofan Solaiman, mengatakan, prosentase realisasi tersebut sedikit lebih besar dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 60,74 persen.

“Penerimaan perpajakan sampai dengan periode triwulan III-2017 sebesar 4,47 Trilyun atau 58,01 persen dari target sebesar Rp 7,70 Trilyun. Realisasi tersebut mengakami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 60,39 persen,” ungkapnya kepada wartawan dalam keterangan persnya di Aula Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Selasa, (5/12).

Rendahnya realsiasi penerimaan pajak ini dipengaruhi oleh penerimaan PPN dan PPh yang masih belum optimal. Penerimaan PPN dan PPh diperkirakan akan optimal di akhir Tahun 2017, dengan pertimbangan 40 persen alokasi belanaj modal baru akan direalisasikan pada periode triwulan IV.

Sampai dengan akhir triwulan III-2017, penerimaan PPh telah mencapai Rp 2,20 Trilyun. Penerimaan PPh terbesar berasal dari wajib pajak di Timika yang mencapai Rp 1,22 Trilyun, disusul wajib pajak di wilayah Jayapura yang memberikan kontribusi sebesar Rp 687,54 Milyuar.

“Besarnya realisasi penerimaan PPh di Timika antara lain berasal dari PPh karyawan PT. Freeport Indonesia yang bergerak dalam bidang penggalian tambang di Timika dan Kabupaten Puncak,” jelasnya.

Selain PPh, PPN dan beas masuk/keluar juga turut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penerimaan perpajakan. Sampai pada triwulan III-2017, penerimaan PPN telah mencapai Rp 973,55 Milyar. Adapun penerimaan beas masuk dan bea keluar masing-masing sebesar Rp 159,61 Milyar dan Rp 913,74 Milyar.

Selain penerimaan perpajakan, pendapatan negara juga disumbang oleh sektor PNBP, dimana sampai triwulan III-2017, realisasi PNBP telah mencapai Rp 452,80 Milyar atau 154,94 persen dari target PNBP Tahun 2017. Realisasi ini meningkat 100,01 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2016. PNBP Papua didominasi oleh pendapatan uang pendidikan dan pendapatan jasa Bandar uadra, kepelabuhan dan kenavigasian.

Disis lainnya, belanja negara secara komulatif (termasuk transfer ke daerah dan dana desa) sampai akhir triwulan III-2017 mencapai Rp 38,65 Trilyun atau 65,56 persen dari total pagu belanja sebesar Rp 58,96 Trilyun. Realisasi ini lebih rendah lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencaoai 66,19 persen.

Lambatnya realisasi belanja negara di Provinsi Papua terjadi khususnya pada jenis belanja barang dan modal yang baru mencapai 44,94 persen. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat penyerapan anggaran antara lain, juknis pelaksanaan kegiatan terlambat atau belum diterima dari K/L, penyedia barang/jasa terlambat mengajukan tagihan, dan terdapat permasalahan terkait pembebasan tanah.(Lan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons